twitter
    BLENDHOT

Perawatan burung rio-rio untuk pemasteran murai batu

Rio-rio, atau sering juga disebut jalak rio, kini makin diperhitungkan sebagai salah satu burung master andalan untuk murai batu. Suaranya yang nyerecet tajam sangat tepat untuk karakter suara murai batu. Apalagi jika burung rio-rio sudah dimaster terlebih dulu dengan suara burung yang memiliki tembakan dengan speed rapat seperti cililin, tentu hasilnya menjadi lebih dahsyat lagi.
Berdasarkan taksonominya, rio-rio termasuk dalam keluarga jalak, dengan nama spesies Scissirostrum dubium atau dalam literatur perburungan internasional disebut sebagai grosbeak starling.
Beberapa tahun lalu, burung ini pernah popular dan sering dilombakan dan masuk dalam kelas burung masteran. Sayangnya, kini burung rio-rio jarang muncul di arena lomba, dan hanya ditempatkan dalam kelas campuran. Namun tidak semua event organizer (EO) membuka kelas campuran dalam setiap gelaran lomba.
Habitat, karakter fisik, dan kebiasaan hidup
ENDEMIK SULAWESI: Burung rio-rio hanya ada di Sulawesi dan pulau atau gugus pulau di sekitarnya.
ENDEMIK SULAWESI: Burung rio-rio hanya ada di Sulawesi dan pulau atau gugus pulau di sekitarnya.
Burung ini hanya dijumpai di wilayah Indonesia, bahkan merupakan burung endemik di Sulawesi. Habitat aslinya antara lain di :
  • Kepulauan Banggai (Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah)
  • Kepulauan Togean (Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah)
  • Pulau Butung (Sulawesi Tenggara)
  • Pulau Lembeh (secara administratif masuk Kota Bitung, Sulawesi Utara)
  • Pulau Bangka (Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara).
Ukuran tubuhnya sedang, dengan panjang sekitar 20,5 cm dan cenderung langsing. Warna bulu abu-abu gelap / abu-abu tua, dengan bagian sayap berwarna lebih gelap. Sedangkan bulu-bulu di bagian tunggir atau tungging (pantat) merah atau oranye kemerahan.
Paruhnya tebal, berwarna jingga-pucat, dengan ukuran lebih besar daripada spesies jalak lainnya. Rio-rio merupakan salah satu burung yang cepat dan pintar menirukan suara burung lain. Mereka hidup secara berkelompok (koloni) dalam jumlah besar, bahkan hingga 150 ekor dalam setiap kelompoknya.
Mereka sering menghuni wilayah tepi hutan dan kawasan yang pohonnya jarang, serta hutan rawa sampai ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut (dpl).  Koloni rio-rio akan bersama-sama mencari makanan berupa perling kecil, buah-buahan, biji-bijian, dan beberapa jenis serangga.
HABITAT RIO RIO DI BONE SULAWESI
MEMBUAT SARANG: Koloni burung rio-rio di Bone, Sulawesi Selatan.
Di alam bebas, musim kawin biasanya terjadi pada bulan Mei. Pasangan rio-rio akan melubangi batang pohon mati untuk bersarang. Terkadang pohon ini kemudian tumbang, karana terlalu banyak lubang pada batangnya. Jumlah telur 2 butir, tetapi di alam bebas biasanya hanya satu ekor piyikan yang bisa bertahan sampai dewasa.
Sebagaimana anggota keluarga jalak lainnya, seperti jalak kerbau dan jalak suren, rio-rio dikenal mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, cepat jinak, dan relatif tahan terhadap segala kondisi cuaca.
Postur tubuhnya khas, sehingga mudah dikenali, yaitu tubuh panjang dan langsing dengan wana bulu mirip burung jalak kerbau. Bahkan gaya berkicaunya juga khas, yang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sehingga sering disebut sebagai gaya teler rio rio.
Perbedaan jantan dan betina
Cara mudah untuk membedakan jenis kelamin rio-rio adalah dengan melihat warna bulu pada bagian tunggir / tungging, atau bisa juga disebut pantat (berbatasan dengan pangkal bulu ekor). Berikut uraiannya :
  • Tunggir berwarna merah menandakan burung berjenis kelamin jantan.
  • Tunggir berwarna oranye / oranye kemerahan menandakan burung berjenis kelamin betina.
JALAK RIO SEBAGAI MASTERAN UNTUK MURAY BATU
RIO-RIO BETINA: Warna tunggir oranye atau oranye kemerahan.
RIO-RIO JANTAN: Warna tunggirnya merah.
RIO-RIO JANTAN: Warna tunggirnya merah.
Seperti halnya keluarga burung jalak yang lain, rio-rio jantan maupun betina sama-sama bisa berbunyi, bahkan bervariasi.
Melarih rio-rio makan voer

Jika Anda kebetulan memiliki burung  rio-rio yang masih bakalan, yang petama kali harus dilakukan adalah mengenalkannya dengan pakan buatan berupa voer. Jika mengandalkan buah-buahan setiap harinya, Anda pasti repot, apalagi burung ini juga rakus dan sanggup menghabiskan beberapa macam buah-buahan dan serangga dalam sehari. Jadi, penting sekali untuk melatih burung agar terbiasa makan voer.
Untuk  perawatan burung bakalan secara komplet, silakan buka kembali artikelnya di sini,  Untuk melatih burung rio-rio agar mau makan voer, Anda bisa melakukan metode seperti berikut ini :
  • Ambil pisang, kemudian dibagi dua. Satu bagian digantung di dalam sangkarnya. Satu bagian lagi diambil buahnya saja, untuk dicampurkan ke dalam voer. Tambahkan sedikit air (beberapa tetes) ke dalam campuran pisang dan voer, lalu diaduk hingga rata.
  • Adonan diberikan kepada burung selama beberapa hari. Setelah terbiasa melahap adonan tersebut, hilangkan bagian pisang yang biasa digantung di sangkarnya. Jadi, burung benar-benar mengandalkan adonan voer dan pisang saja.
  • Beberapa hari kemudian, cobalah berikan voer saja dalam wadah pakannya. Jika dimakan, berarti burung sudah mau makan voer. Setelah itu, buah-buahan bisa diberikan sebagai pakan tambahan dalam sangkar.
Perawatan harian
Perawatan harian rio-rio sama dengan perawatan burung jalak lainnya seperti jalak kerbau dan jalak suren. Pemberian buah bisa dilakukan setiap hari secara bergantian, misalnya pisang dan pepaya. Agar burung rajin bunyi, buah bisa diolesi dengan madu.
Pemberian extra fooding (EF) seperti jangkrik dan ulat juga bisa dilakukan setiap hari. Namun untuk pemberian jangkrik, ada beberapa individu rio-rio yang kurang menyukainya, dan lebih senang dengan buah-buahan saja. Jadi jangan heran jika suatu saat Anda membeli dua ekor rio-rio, yang satu mau makan jangkrik dan yang lainnya tidak mau.
Salah satu keunggulan dari burung rio-rio yang menyukai jangkrik adalah cepat gacor.  Jika menjumpai burung yang tidak berselera terhadap jangkrik, Anda perlu melatihnya dulu agar mau makan jangkrik. Meski cukup sulit dan terkadang hasilnya tidak sesuai dengan harapan, tidak ada salahnya untuk mencobanya.
Tetapi kalau burung tetap tidak mau makan jangkrik, ya jangan dipaksakan. Sebagai alternatif  pengganti jangkrik, Anda bisa memberikan serangga lain misalnya belalang hijau kecil atau ulat hongkong.
Adapun untuk perawatan harian lainnya adalah sebagai berikut:
  • Pagi hari, burung dikeluarkan. Pakan lama seperti buah dan voer, serta air minum, diganti dengan yang baru.
  • Mandikan burung dalam karamba atau dengan menyemprotnya hingga basah.
  • Jangan lupa membersihkan sangkar hariannyam karena burung ini terkenal jorok, apalagi jika makan buah-buahan seperti pepaya dan pisang.
  • Angin-anginkan di tempat yang sejuk. Setelah bulu terlihat kering, burung bisa dijemur di tempat panas.
  • Berikan 3 ekor jangkrik pagi dan sore. Jika tidak mau jangkrik, bisa diganti dengan 3 ekor belalang hijau atau 3 ekor ulat hongkong (pagi dan sore).
  • Burung bisa dimaster dengan suara dari mp3, atau digantung dalam satu ruangan dengan burung masteran yang gacor misalnya cililin atau yang lainnya.
rio-rio2
Untuk  mendengarkan suara jalak rio dan mendownload suaranya dalam format MP3, silahkan pencet tombol play atau download untuk mengunduh suaranya.



download-buttons-preview
Membuat burung rajin bunyi adalah harapan dari semua kicaumania. Banyak persyaratan yang wajib dilakukan oleh pemilik burung bakalan agar burungnya menjadi rajin bunyi. Misalnya menjaga kebersihan, memeriksa air minum yang kotor, rutin memberikan EF, rutin mandi dan jemur, serta memberikan multivitamin dan multimineral yang sesuai untuk burung kicauan.
Jika hal-hal tersebut dilaksanakan, maka kondisi burung akan lebih fit dan lebih sehat, sehingga burung lebih mudah dibuat jinak dan dilatih berkicau, dengan memperdengarkan suara burung sejenis melalui suara dari mp3 atau dipertemukan dengan burung sejenisnya.
Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Poskan Komentar